Stabilitas Keamanan Pengaruhi Kepercayaan Investor Jakarta - Peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Kuningan pada hari ini jelas membawa duka teramat dalam terhadap dunia ekonomi Indonesia. Dapat diproyeksikan bahwa akibat dari peristiwa ini membuat iklim dunia usaha terganggu dan tingkat kepercayaan keamanan yang selama ini sudah dicapai Indonesia harus tercoreng oleh peristiwa bom tersebut. "Pasti ada gejolak untuk sektor Foreign Direct Investment, pasar bursa, ada penurunan indeks saham, siang hari ini kelihatan membaik, rupiah bergerak perlahan. Saya harap efeknya mudah-mudahan tidak berlangsung lama," harapnya. Mengenai ada kemungkinan penundaan realisasi investasi, dari para investor, menurutnya peluang itu bisa saja terjadi. Terutama dalam proses jadwal investor untuk menanamkan investasinya, namun hal itu bisa ditekan dengan proses pemulihan kepercayaan keamanan dengan penangkapan para pelaku dengan segera. "Kalau ada penangkapan pelaku segera, akan membantu proses percepatan pemulihan," Imbuhnya. Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengaku sangat kecewa dan turut berduka dengan kejadian ini, ia mengharapkan dunia usaha dan pemerintah harus bertindak dalam upaya pemulihan kepercayaan termasuk membangun komunikasi intens dengan dunia internasional khususnya dalam mengembalikan kepercayaan keamanan di Indonesia. Ketua Umum Kadin memperkirakan bahwa peristiwa ini merupakan serangan politis untuk mengganggu kredibilitas pemerintah Indonesia. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini dengan menangkap pelaku pemboman demi memulihkan citra Indonesia dimata internasional. Ia berpendapat, peristiwa bom tersebut merupakan langkah mundur dari capaian selama ini, karena dipastikan citra Indonesia pasti akan tercoreng, dan memerlukan upaya keras untuk memperbaikinya. Meski demikian, Ketua Umum berharap bahwa dampak dari peristiwa ini hanya akan berlangsung sementara. (arie)
[02 March 2, 13:04:39]
Bapak Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Made Sukada mengatakan, posisi cadangan devisa per 18 Februari 2009 mencapai 51,06 miliar dollar AS. Angka ini setara dengan 4,7...
[ Baca Selengkapnya ]
[27 Februar, 14:59:30]
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, Ahmad Rizal menuturkan persoalan kelangkaan gula yang terjadi antara bulan Desember-April karena faktor tidak berproduksinya pabrik gula Cinta manis atau musim giling tebu baru...
[ Baca Selengkapnya ]
[27 Februar, 14:11:21]
Sriwijaya Post - Jumat, 27 Februari 2009 11:14 WIB JAKARTA, JUMAT - Rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (27/2) pagi, turun 20 poin menjadi Rp 12.050/Rp 12.080 per...
[ Baca Selengkapnya ] |